web hit counter Universitas Pertamina Terangi Pesantren Dengan Listrik Tenaga Surya - idhealt.com

Universitas Pertamina Terangi Pesantren Dengan Listrik Tenaga Surya

idhealt.com – Kementerian Energi dan Sumber Kekuatan Mineral (Esdm) mengatakan, bauran EBT pada tahun 2025 mendatang akan didominasi oleh kekuatan yang berasal berasal dari tenaga surya atau matahari, yang dinilai sebagai sumber EBT paling berkelanjutan. Potensi daya tenaga surya di Indonesia disinyalir mencapai 200.000 Mw.

Sampai Maret 2021, keseluruhan jumlah pengguna pembangkit listrik tenaga surya (Plts) atap di Indonesia tercatat sebanyak 3.472 rumah tangga dengan keseluruhan kapasitas kekuatan listrik mencapai 26,51 megawatt peak (Mwp).

Disebutkan Asosiasi Daya Surya Indonesia (Aesi) angka ini membuktikan perkembangan positif mencapai 486,49 prosen di dalam tiga tahun paling akhir. Tapi, perkembangan ini masih didominasi oleh rumah tangga di tempat perkotaan.

Untuk dapat mengakselerasi penggunaan EBT di pedesaan, diperlukan bantuan berasal dari seluruh pihak di bermacam level, terhitung di tataran perguruan tinggi.

Sebagai kampus teknologi dan usaha daya, Universitas Pertamina turut dan juga berkontribusi menunjang sasaran bauran Ebt.

Salah satunya, Program Belajar Teknik Mesin menolong keperluan listrik dengan Solar Photovoltaic (Solar Pv) bagi santri-santri pondok pesantren Shirotul Huda di Desa Leuwidamar, Lebak, Banten.

“Aktivitas Darma kepada Rakyat (Pkm) ini dikerjakan sebagai bentuk integrasi antara materi perkuliahan yang diberikan di kelas dengan keperluan pertumbuhan kekuatan di penduduk.

Tak hanya melibatkan peran dosen, kita juga turut dan juga mengajak para asisten laboratorium dan mahasiswa Program Belajar Teknik Mesin untuk mempraktekan secara langsung pembelajaran di mata kuliah Teknologi Daya dan Rekayasa Kekuatan Matahari, ungkap Sylvia Ayu Pradanawati, Ph.D., ketua pelaksana PKM sekaligus dosen pengampu mata kuliah di dalam wawancara daring, Kamis (06/01).

Di kota besar, teknologi Solar PV sudah banyak digunakan oleh industri dan penduduk. Tapi, bagi penduduk di pedesaan layaknya di lokasi Pkm, isu EBT terhitung pemakaian teknologi Solar PV masih bisa dihitung jari.

Sebab itu, team PKM tidak sebatas jalankan pemasangan Solar Pv, tapi juga menambahkan edukasi berkaitan cara menggunakan dan merawat teknologi itu.

Didalam aktivitas penyerahan dan instalasi Solar PV yang dilakukan pada lepas 29 November 2021 lalu, Sekretaris Kepala Desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan rakyat Desa Leuwidamar, menyambut positif kesibukan Pkm yang diinisiasi oleh Universitas Pertamina itu. Mereka berharap, pemanfaatan Solar PV itu dapat dijalankan secara masif.

Di Universitas Pertamina, isu EBT jadi salah satu fokus di dalam pembelajaran di semua program belajar. Tidak sebatas dengan menghadirkan mata kuliah yang membahas isu EBT secara spesifik, para dosen dan mahasiswa di Universitas Pertamina juga didorong untuk dapat menghasilkan penemuan di bidang Ebt.

“Di bidang penelitian misalnya, lebih dari satu sementara lalu saya pernah terlibat di dalam project pengembangan green coke sebagai material komponen elektroda untuk lithium ion battery dengan Research Technology and Innovation PT Pertamina (Persero).

Saya juga pernah lakukan penelitian berkenaan penggunaan limbah sekam padi sebagai bahan standar baterai. Ketertarikan saya pada isu pemakaian limbah untuk daya, mengantarkan saya mendapatkan penghargaan Women in Science berasal dari L’Oreal pada tahun 2018,” tutur Sylvia.

Di dalam hal riset, walaupun di usia yang baru menginjak tahun ke-5, Universitas Pertamina udah menduduki posisi ke-71 sebagai perguruan tinggi dengan produktivitas publikasi riset paling baik di level nasional versi Web Science and Technology Index (Sinta) milik Kemendikbud Ristek.

Berkat prestasinya itu, Universitas Pertamina berhasil mendapatkan penghargaan Top 100 Affiliation by Overall SINTA Score berasal dari Kemendikbud Ristek.

Bagi siswa-siswi SMA yang ingin berkontribusi pada pertumbuhan EBT khususnya di bidang teknologi, dapat bergabung di Program Belajar Teknik Mesin Universitas Pertamina.

Kampus besutan PT Pertamina (Persero) itu lagi terhubung pendaftaran Seleksi Nilai Rapor untuk Tahun Akademik 2022/2023. Pendaftaran udah dibuka pada lepas 03 Januari sampai 13 Februari 2022 mendatang.

Seleksi ini merupakan seleksi tanpa tes, yang dapat diikuti oleh siswa Sma/Sederajat lulusan tahun 2021 dan 2022. Kabar lengkap perihal program belajar dan juga syarat dan aturan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.