web hit counter Struktur Teks Novel Sejarah - idhealt.com

Struktur Teks Novel Sejarah

idhealt.com Berikut ini pengertian teks cerita sejarah, beserta struktur, karakteristik-karakteristik dan fungsinya. Teks cerita sejarah berbeda dengan teks sejarah.

Teks sejarah adalah tulisan yang memuat cerita, kejadian atau momen yang benar-benar pernah berlangsung atau terjadi di masa lalu.

Waktu itu, teks cerita sejarah adalah kisah khayalan yang ditulis dengan tokoh atau latar sejarah yang benar-benar berjalan.

Menjadi perbedaannya adalah, teks sejarah bukanlah cerita khayalan, tapi dapat disampaikan lewat gaya penulisan prosa nonfiksi maupun fiksi.

BACA JUGA :

Cerita sejarah adalah cerita yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang jadi asal-muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai kesejarahan, bisa bersifat terinci atau deskriptif.

Teks cerita sejarah miliki struktur, karakteristik-karakteristik dan faedah, berikut penjelasannya.

Struktur

Teks cerita sejarah, seperti novel, cerpen, dan lain-lain termasuk di dalam kategori cerita.
Baik teks cerita sejarah ataupun novel sejarah miliki struktur teks yang serupa, yakni orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, evaluasi, dan koda.

Berikut adalah struktur teks cerita sejarah menurut Kemdikbud:

a. Pengenalan situasi cerita (orientasi, exposition)

Pada bagian ini, penulis mulai memperkenalkan latar belakang baik waktu, tempat, maupun lokasi dan awal mula kejadian atau peristiwa.

Tokoh dan hubungan antartokoh juga mulai diperkenalkan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhannya.

b. Pengungkapan peristiwa

Bagian ini mengungkapkan peristiwa atau kejadian awal yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, atau kesukaran yang menghadang tokoh, terutama tokoh utama (protagonis).

c. Konflik (rising action)

Disini terjadi peningkatan masalah, pertikaian atau peristiwa lainnya yang menyebabkan kesukaran tokoh ikut meningkat pula.

d. Puncak Konflik (komplikasi)

Merupakan bagian yang paling mendebarkan, menghebohkan dan memuncak dari masalah, pertikaian atau peristiwa lainnya yang dihadapi oleh para tokohnya.

e. Penyelesaian (resolusi)

Jika tidak diikuti oleh koda, biasanya bagian ini adalah akhir dari cerita (ending) yang berisi pengungkapan bagaimana tokoh utama dan tokoh lainnya menyelesaikan berbagai permasalahan yang menimpanya.

Terkadang dapat melalui penjelasan maupun penilaian terhadap nasih dan sikap yang dialami oleh tokohtokoh yang terlibat dalam peristiwa.

f. Koda

Merupakan komentar yang membahas kembali isi semua peristiwa dan perilaku tokoh yang terlibat.
Terkadang bagian ini memberikan interpretasi amanat, tetapi tidak disarankan. Lebih baik biarkan pembaca menyimpulkannya sendiri.

Bagian ini adalah opsional, terkadang koda digunakan untuk membuat semacam teaser untuk buku lanjutannya, dan sebagainya.

Sebenarnya teks cerita sejarah memiliki tiga struktur penyusun, yaitu:

– Orientasi, merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.

– Urutan Peristiwa, merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

– Reorientasi, berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan.

Reorientasi boleh ada, boleh tidak.

Ciri-ciri

Untuk mengenal lebih dalam akan dibahas ciri-ciri teks cerita sejarah.

Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Disajikan secara kronologis berdasarkan urutan kejadian atau urutan peristiwa di masa lampau.

2. Berbentuk recon teks atau cerita ulang. Cerita ulang atau recon dibedakan menjadi dari tiga jenis, yakni:

a. Rekon pribadi, yang memuat keterlibatan penulis dalam peristiwa secara langsung.

b. Rekon faktual, berisi kejadian faktual, eksperimen ilmiah, jurnal warta, catatan kepolisian, dsb.

c. Rekon imajinatif, memuat kisah faktual namun dikhayalkan kembali menjadi cerita yang lebih rinci dan menarik.

3. Sering menggunakan konjungsi (kata penghubung) temporal.

4. Isinya berupa fakta yang diperoleh berdasarkan data-data yang dikumpulkan.

5. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.

Fungsi

Teks cerita sejarah memiliki sejumlah fungsi, di antaranya:

1. Fungsi rekreatif, memberikan rasa gembira dan senang kepada pembaca.

2. Fungsi inspiratif, memberikan inspirasi, imajinasi dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi.

3. Fungsi intruktif, sebagai alat bantu dalam pembelajaran.

4. Fungsi edukatif, dapat dijadikan petunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berperilaku.

Sumber: Modul Informasi Teks Cerita Sejarah Bahasa Indonesia XII oleh Sumiati

Akhir Kata

Semoga pembahasan diatas bisa membantu kalian semua yang sudah membacanya. Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai.

Dan jangan lupa untuk tetap konsisten mengunjungi website ini dan jangan lupa bagikan website ini kepada semua teman kalian dan ikuti terus idhealt.com agar tidak ketinggalan info terbaru lainnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.