web hit counter Perbedaan Tabungan dan Deposito? Simak Penjelasannya - idhealt.com

Perbedaan Tabungan dan Deposito? Simak Penjelasannya

idhealt.com – Deposito dan tabungan merupakan product perbankan yang  bisa dipilih oleh penduduk untuk menyimpan uang. Tetapi, kedua product bank ini tidak mirip. Penduduk perlu memahami bedanya tabungan dan deposito bank sehingga bisa memilih dan memaksimalkan product bank dengan baik.

Apabila Kamu pernah ditawari product bank seperti tabungan berjangka/tabungan berencana maka Kamu harus paham bahwa kedua product itu masuk didalam kategori prdouk simpanan bank. Sedangkan, deposito adalah product bank yang masuk didalam kategori product investasi.

Secara umum, kamu perlu ketahui bahwa jenis tabungan dan deposito yang ditawarkan oleh bank di rakyat ada didalam dua bentuk yakni konvesional dan syariah. Disparitas umumnya terletak pada dukungan kegunaan bagi nasabah.

Rekening tabungan konvensional berskema wadi’ah atau titipan, dimana prinsipnya kamu menitipkan sejumlah uang di bank, lantas bank akan memberikan insentif atau laba berupa bunga kepada kamu. Pas itu, deposito di bank syariah berskema mudharabah (bagi hasil).

Artinya, kamu sebagai pemilik dana menaruh uang di bank untuk disalurkan oleh bank ke pembiayaan (Kredit), lalu laba bank berasal dari penyaluran itu akan dibagi dengan kamu berdasarkan proporsi tertentu.

dimana seluruh product syariah perbankan (Tabungan dan deposito) menjamin nasabahnya terhindar berasal dari praktek riba.  Nah, biar kamu tidak semakin penasaran, akan mengulas lengkap disparitas deposito dan tabungan untuk meningkatkan wawasan keuangan kamu.

1. Suku Bunga Deposito Lebih Tinggi dari Tabungan/Simpanan Bank

Satu hal yang jadi pembeda sangat tahu yakni besaran suku bunga. Laba berasal dari memasukkan dana kamu ke deposito adalah meraih bunga yang lebih tinggi dibandingkan
bila menempatkan yang kamu di rekening tabungan.

Di tahun 2020, terkini suku bunga deposito berkisar antara 3% sampai 5% per tahun, selagi itu suku bunga tabungan biasa berkisar cuman 0.0% sampai 1%. Tak berbeda jauh, product simpanan seperti tabungan berjangka juga menawarkan suku bunga yang masih dibawah suku bunga deposito.

Dengan disparitas suku bunga ini, tentunya Kamu akan lebih memperoleh laba jika menyimpan uang didalam bentuk deposito ketimbang di tabungan biasa. Sebagai contoh, Kamu punyai uang Rp10 juta.

Dana sebesar ini lebih baik jika disimpan di dalam bentuk deposito, dimana kamu bisa memperoleh bunga di kisaran 3% sebatas di dalam jangka waktu penyimpanan 1 bulan saja. Menguntungkan bukan?

Menyoal bunga bunga deposito, Kamu juga bisa menginvestasikan bunga deposito yang kamu dapatkan melalui platform Automatic Roll Over. Dimana nantinya, bunga investasi deposito kamu bisa  bertambah besar sebab barangkali berjalan bunga majemuk.

2. Fleksibilitas Pengambilan Uang

Seperti yang tentu Kamu paham, Kamu dapat mengambil dana berasal dari rekening tabungan kamu kapan saja. Hal ini jadi pembeda kedua antara tabungan dengan deposito. Karena, apabila Kamu menyimpan yang didalam deposito, Kamu tak bisa sembarangan mengambil atau membelanjakan uang Kamu sampai masa jatuh tempo tiba.

Menjadi, pahami ya jikalau uang yang tersimpan di deposito tidak bisa kamu cairkan seenaknya, ada jangka waktu (Tenor) tertentu yang harus dilewati sampai jatuh tempo, baru uang kamu bisa digunakan.

Ragam tenor deposito adalah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan. Catat, jika kamu melaksanakan pengambilan sebelum lepas jatuh tempo, ada biaya pinalti yang harus dibayar.
Sebagai contoh, kamu miliki deposito berjangka waktu 6 bulan, tetapi kamu ada keperluan mendesak dan ingin mengambil dana itu, padahal ini baru bulan ke-2.

Lalu, kamu lakukan penarikan uang berasal dari rekening deposito kamu, maka kamu akan dikenai biaya pinalti. Menjadi, dengan mengetahui hal ini, kini kamu diharapkan apabila ingin menyimpan sejumlah uang di deposito, usahakan uang itu adalah uang/dana yang tidak akan terpakai di dalam waktu dekat.

3. Deposito untuk Investasi, Tabungan untuk Menabung

Bunga deposito yang lebih tinggi daripada bunga tabungan menjadikan deposito sebagai salah satu product investasi. Sebagai salah satu product investasi, deposito merupakan product investasi yang paling minim resikonya, tetapi keuntungannya, berasal dari sisi suku bunganya
juga paling kecil diantara product investasi lainnya seperti saham, reksa dana, dan obligasi.

Umumnya, rakyat menggunakan deposito sebagai pilihan instrumen investasi untuk menyimpan dana darurat maupun dana pendidikan dikarenakan deposito mempunyai risiko investasi yang sangat rendah dan mudah dipahami dibandingkan dengan saham, reksa dana ataupun obligasi.

Bagi kamu yang masih awam soal investasi, deposito bisa jadi langkah awal investasi kamu. Tetapi, bagi Kamu yang telah mahir berinvestasi, deposito juga bisa dipilih sebagai diversifikasi product investasi guna meminimalisir risiko.

Catat, Product simpanan seperti tabungan biasa maupun tabungan berjangka bukanlah bentuk investasi. Dikarenakan tabungan adalah area Kamu menaruh/menyimpan uang yang akan digunakan untuk membiayai keperluan hidup sehari-hari, maupun simpanan untuk dana darurat.

Pengambilan dana yang fleksibel, bunga yang kecil, dan dikenai biaya administrasi bulanan mengakibatkan tabungan bukan termasuk didalam product investasi. Walaupun di deposito
juga ada biaya administrasi, tetapi bila dibandingkan secara total, deposito tetap jauh lebih menguntungkan ketimbang tabungan biasa sebab bunga yang diterima jauh lebih tinggi.

4. Bilyet dan Buku Tabungan

Jika Kamu mengakses rekening tabungan, Kamu akan terima buku tabungan dengan fasilitas kartu debit/kartu ATM sebagai bukti bahwa Kamu punyai tabungan di Bank. Tak hanya itu, kamu bisa terhubung rekening tabungan dengan modal mudah yakni mulai berasal dari Rp100.000,-.

Akhirnya, kamu pun bisa menggunakan uang yang tersimpan di rekening itu untuk beragam transaksi.  Nah, hal ini berbeda ketika Kamu mengakses deposito. Saat terhubung product deposito Kamu akan mendapat tanda bukti berupa bilyet deposito.

Bilyet ini merupakan bukti kepemilikan bahwa Kamu pemilik dana yang ada simpankan di dalam bentik product deposito bank. Adapun kini berkat kemajuan teknologi Kamu bisa mengakibatkan deposito secara online dan memperoleh bukti bilyet deposito di dalam bentuk digital yang dikirimkan di email kamu.

Untuk terhubung deposito Kamu memerluka sejumlah dana tertentu. Umumnya product deposito yang ditawarkan oleh perbankan di Tanah Air dimulai dengan modal uang sebesar Rp8 juta – Rp10 juta. Pilihan tenor yang ditawarkan yakni mulai berasal dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.

Lalu apakah deposito bisa hangus?

Diinformasikan oleh Kompas.Com , dimana seorang warga Surabaya Jawa Timur bernama Anna Suryani menggugat PT Bank Central Asia Tbk atau BCA dikarenakan uang yang disimpan di deposito bank itu diduga hangus sehabis 32 tahun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja turut memberikan klarifikasi bahwa tidak ada istilah deposito hangus. Hak nasabah akan tetap diberikan sekalipun bilyet depositonya hilang, terselip, rusak, ataupun terbakar. Hak deposito akan dibayarkan pada saat jatuh tempo atau jika diminta dicarikan diawal oleh nasabah.

Menyoal hal ini, Kamu tak perlu risi. Karena uang yang kamu simpan di bank didalam bentuk depsoito tidak akan hangus dan hak nasabah pun udah diatur memahami oleh bank.

5. Deposito dan Tabungan di Jamin oleh LPS

Kamu tak perlu risi menyimpan uang Kamu di bank di dalam bentuk tabungan ataupun deposito. Dikarenakan dana yang disimpan di bank itu aman dan dijamin oleh Forum Penjamin Simpanan atau Lps. Adapun rekening dan tabungan yang dijamin oleh LPS besaran maksimal dana adalah Rp2 miliar, untuk deposito ada ketentuan taraf suku bunga spesifik yang diberlakukan oleh Lps.

Mengatur Keuangan dengan Deposito dan Tabungan

Deposito dan tabungan miliki keunggulannya masing-masing di dalam menyimpan uang. Kelebihan itu bisa Kamu gunakan untuk membantu kamu di dalam mengatur keuangan Kamu supaya lebih baik. Tempatkan dana yang akan Kamu gunakan untuk aktivitas sehari-hari dan darurat di didalam tabungan, yang bisa diambil kapanpun Kamu butuhkan.

Sedangkan deposito untuk dana yang tidak akan terpakai didalam jangka waktu dekat, supaya secara tidak langsung Kamu miliki investasi. Dengan mengatur keuangan menggunakan deposito dan tabungan, keuangan Kamu akan lebih terkontrol dan bertumbuh. Selamat mencoba!

BACA JUGA

Akhir Kata

Semoga informasi diatas bisa membantu kalian semua yang sudah membacanya. Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk tetap mengunjungi website ini dan jangan lupa bagikan website ini kepada semua teman kalian dan ikuti terus idhealt.com agar tidak ketinggalan info terbaru lainnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.