web hit counter Pengertian Penyebab Mutasi Gen, Simak Penjelasannya! - idhealt.com

Pengertian Penyebab Mutasi Gen, Simak Penjelasannya!

idhealt.com – Pengertian Penyebab Mutasi Gen Mutasi adalah perubahan terhadap materi
genetik sebuah makhluk yang berjalan secara tiba-tiba, rambang, dan merupakan dasar bagi
sumber variasi organisme hidup yang bersifat terwariskan (Heritable).

Faktor Penyebab Mutasi Gen

Pengertian Mutasi

Daftar Baca Cepat tampilkan

Mutasi adalah perubahan terhadap materi genetik sebuah makhluk yang berjalan secara tiba-tiba,
rambang, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisme hidup yang bersifat terwariskan
(Heritable). Mutasi juga mampu diartikan sebagai perubahan struktural atau komposisi genom
sebuah jasad yang bisa berlangsung gara-gara faktor luar (Mutagen) atau dikarenakan kesalahan
replikasi.

Momen terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut
mutan dan factor penyebab mutasi disebut mutagen (Mutagenic agent). Perubahan urutan
nukleotida yang memicu protein yang dihasilkan bukan sanggup berguna baik didalam sel dan
sel bukan sanggup mentolerir inaktifnya protein itu, maka akan membawa dampak kematian
(Lethal mutation).

Mutasi Alam

Mutasi alamiah (Impulsif). Mutasi alam adalah mutasi yang berlangsung bersama sendirinya atau
penyebabnya bukan diketahui secara tentu agar mutasi ini berjalan secara impulsif. Mutasi Alam
misalnya disebabkan sinar kosmis, radioaktif alam yang umumnya bersifat resesif dan merugikan.

Faktor Mutasi Alamiah

Mutasi alam dapat disebabkan oleh tiga faktor:

  • contoh: virus. virus yang hidup di dalam sel hidup dapat mengubah susunan materi genetik inang
    dengan menyisipkan materi genetik virus.
  • contoh: sinar gamma, sinar X, dan sinar UV sebagai mutagen. susunan gen makhluk hidup dapat
    berubah jika terpapar pancaran sinar gamma, sinar X, dan sinar UV. Mutasi yang terjadi adalah
    perubahan susunan materi genetik dalam skala kromosom.
  • contoh: senyawa kimia asam nitrit sebagai mutagen: reaksi asam nitrit dengan adenin menjadi zat
    hipoxanthine. Zat ini akan menempati tempat adenin asli dan berpasangan dengan sitosin, bukan
    lagi dengan timin. mutasi yang terjadi adalah perubahan susunan materi genetik dalam skala gen.

Mutasi Buatan

Mutasi protesis yaitu mutasi yang ditujukan untuk memengaruhi susunan gen, supaya karakter
yang diturunkan pun berubah. Mutasi induksi (Protesis). Mutasi protesis adalah mutasi yang
berlangsung implikasi campur tangan manusia. Mutasi protesis ini memang sengaja dibuat oleh
manusia untuk sebuah kepentingan eksklusif dan diambil manfaatnya.

Mutasi protesis ini merupakan awal berasal dari lahirnya rekayasa genetika didalam bidang
bioteknologi. Mutasi protesis sanggup dipengaruhi oleh sebagian faktor, antara lain penggunaan
bahan radioaktif untuk meraih bibit unggul, pemakaian radiasi peng-ion, penggunaan bahan
kolkisin, dan pemakaian sinar X.

Jenis – Jenis Mutasi

Mutasi adalah perubahan materi genetik (Gen atau kromosom) sebuah sel yang diwariskan kepada
keturunannya. Mutasi bisa disebabkan oleh kesalahan replikasi materi genetika selama
pembelahan sel oleh radiasi, bahan kimia (Mutagen), atau virus, atau mampu berlangsung selama
proses meiosis. Berdasarkan jenisnya terdapat dua model mutasi, yaitu :

Mutasi Kromosom

Mutasi kromosom adalah perubahan yang berjalan terhadap kromosom yang disertai bersama
perubahan struktur dan jumlah kromosom. Mutasi kromosom dibedakan ke di dalam dua style,
yaitu :

MEKANISME MUTASI TINGKAT GEN

a.) Perubahan struktur kromosom (aberasi kromosom).

Mutasi ini menyebabkan kerusakan (aberasi) pada bentuk kromosom, diantaranya:

  • Translokasi adalah pemindahan sebagian dari segmen kromosom ke kromosom lainnya yang
    bukan kromosom homolognya.
  • Duplikasi terjadi karena adanya segmen kromosom yang mengakibatkan jumlah segmen
    kromosom lebih banyak dari kromosom aslinya. Berikut ini contoh duplikasi.
  • Delesi adalah mutasi yang terjadi karena sebagian segmen kromosom lenyap sehingga kromosom
    kekurangan segmen.
  • Inversi adalah mutasi yang terjadi karena selama meiosis kromosom terpilin dan terjadinya kiasma,
    sehingga terjadi perubahan letak atau kedudukan gen-gen.

b). Perubahan Jumlah Kromosom

  • Mutasi yang terjadi ditandai dengan perubahan jumlah kromosom individual atau dalam jumlah
    perangkat kromosom.
  • Euploid terjadi karena adanya penambahan atau pengurangan perangkat kromosom (genom).
    Contoh: haploid, diploid, triploid, tetraploid, poliploid dll.
  • Aneuploid terjadi karena adanya perubahan salah satu kromosom dari genom individu Contoh;
    monosomik, Nullisomik Trisomik dan Tetrasomik

Mutasi Gen

Mutasi gen merupakan perubahan yang berlangsung terhadap nukleutida DNA yang membawa
pesan sebuah gen eksklusif. Mutasi gen terhadap dasarnya merupakan mutasi titik. Mutasi titik
(Point mutation) merupakan perubahan kimiawi terhadap satu atau lebih dari satu pasangan basa
di dalam satu gen tunggal.

Mutasi gen adalah mutasi yang berjalan di dalam lingkup gen. Moment yang berlangsung terhadap
mutasi gen adalah perubahan urutan basa nitrogen Dna. Style-Style mutasi gen adalah sebagai
berikut :

  1. Mutasi salah arti (missens mutation), yaitu perubahan suatu kode genetik (umumnya pada posisi
    1 dan 2 pada kodon) sehingga menyebabkan asam amino terkait (pada polipeptida) berubah.
    Perubahan pada asam amino dapat menghasilkan fenotip mutan apabila asam amino yang
    berubah merupakan asam amino esensial bagi protein tersebut. Jenis mutasi ini dapat disebabkan
    oleh peristiwa transisi dan transversi.
  2. Mutasi tak bermakna (nonsense mutation), yaitu perubahan kodon asam amino tertentu menjadi
    kodon stop. Hampir semua mutasi tanpa arti mengarah pada inaktifnya suatu protein sehingga
    menghasilkan fenotip mutan. Mutasi ini dapat terjadi baik oleh tranversi, transisi, delesi, maupun
    insersi.
  3. Mutasi perubahan rangka baca (frameshift mutation), yaitu mutasi yang terjadi karena delesi
    atau insersi satu atau lebih pasang basa dalam satu gen sehingga ribosom membaca kodon tidak
    lengkap. Akibatnya akan menghasilkan fenotip mutan.
  4. Mutasi diam (silent mutation), yaitu perubahan suatu pasangan basa dalam gen (pada posisi 3
    kodon) yang menimbulkan perubahan satu kode genetik tetapi tidak mengakibatkan perubahan
    atau pergantian asam amino yang dikode. Mutasi diam biasanya disebabkan karena terjadinya
    mutasi transisi dan transversi.

Mekanisme terjadinya mutasi titik ini ada dua macam, yaitu

  1. substitusi basa dan
  2. perubahan rangka baca akibat adanya penambahan basa (adisi) atau kehilangan basa (delesi).

Mutasi titik yang disebabkan oleh substitusi basa dinamakan mutasi substitusi basa, sedangkan
mutasi yang terjadi karena perubahan rangka baca dinamakan mutasi rangka baca
(frameshift mutation).

Apabila substitusi basa memicu substitusi asam amino layaknya terhadap masalah
hemoglobin kurang darah bulan sabit, maka mutasinya dinamakan mutasi tidak benar makna
(Missense mutation).

Kala tersebut, jikalau substitusi basa menghasilkan kodon stop, misalnya UAU (Tirosin) jadi UAG
(Stop), maka mutasinya dinamakan mutasi tanpa makna (Nonsense mutation) atau mutasi
terminasi rantai (Chain termination mutation). Contoh; kurang darah bulan sabit.

Faktor Penyebab Mutasi

Ada beberapa faktor penyebab mutasi (mutagen) dapat kita bedakan menjadi:

  • Fisik yaitu suhu, radiasi sinar ultraviolet, alfa, beta, gamma, sinar-X dan juga radioaktif.
  • Kimiawi yaitu asam nitrat, hidroksil amino, kolkisin dan digitonin.
  • Biologis yaitu berupa virus.

Mutasi Yang Menguntungkan

Mutasi protesis yang berlimpah udah dilaksanakan oleh manusia untuk menghasilkan flora yang
menguntungkan manusia, contohnya padi Atomita I dan Ii, kedelai muria, semangka tanpa biji dan
juga lebih dari satu product lainnya.

Mekanisme Mutasi Tinggkat Gen

Mutasi gen ialah perubahan kimiawi terhadap satu atau lebih dari satu pasangan basa di dalam
satu gen tunggal yang membawa dampak perubahan cii-ciri individu tanpa perubahan jumlah dan
susunan kromosomnya. Mutasi gen mampu berlangsung lewat beraneka cara, diantaranya :

Penggantian/substitusi pasangan basa

Berlangsung sebab penggantian satu nukleotida bersama dengan pasangannya di di dalam untaian
DNA komplementer bersama pasangan nukleotida lain. Mutasi substitusi basa sanggup dibedakan
jadi dua kelompok, yaitu transisi dan transversi. Terhadap transisi berjalan substitusi basa purin
oleh purin atau substitusi pirimidin oleh pirimidin, sedangkan terhadap transversi berjalan substitusi
purin oleh pirimidin atau pirimidin oleh purin.

  1. Mutasi pergantian pasangan basa terdiri dari mutasi transisi, transversi, misens, nonsense, netral
    dan diam.
  2. Pada mutasi transisi terjadi suatu pergantian basa purin dengan basa purin lain atau pergantian
    suatu basa pirimidin dengan pirimidin lainnya atau pun pergantian purin-pirimidin dengan pasangan
    purin-pirimidin lainnya. Contohnya ATàGS, GSàAT, TAàSG, SGàTA,
  3. Pada mutasi transversi terjadi suatu pergantian basa purin dengan pirimidin atau sebaliknya.
    Contohnya ATàAT, GSàSG, ATàSG, dan SGàTA.
  4. Mutasi misens adalah mutasi yang terjadi karena perubahan suatu pasangan basa yang
    mengakibatkan perubahan satu kode genetika sehingga asam amino yang terkait berubah.
    Contohnya adalah yang terjadi pada gen β-globin yang berakibat terjadinya pergantian satu asam
    amino pada rantai β-hemogloblin.
  5. Mutasi nonsense adalah suatu pergantian pasangan basa yang berakibat perubahan suatu kode
    genetika pengkode asam amino menjadi kode genetika pengkode terminasi. Dalam hal ini terjadi
    suatu kode genetika pengkode asam amino (misalnya UGG) menjadi UAG; atau USA menjadi
    UAA, dan demikian pula UAA menjadi UGA. Adanya mutasi nonsense menyebabkan polipeptida
    yang terbentuk tidak sempurna atau tidak lengkap sehingga tidak fungsional.
  6. Mutasi netral adalah pergantian suatu pasangan basa yang terkait terjadinya perubahan suatu kode
    genetika yang juga menimbulkan perubahan asam amino terkait, tetapi tidak sampai
    mengakibatkan perubahan fungsi protein. Tidak terjadinya perubahan fungsi protein disebabkan
    karena asam amino   secara kimia akivalen dengan asam amino mula-mula. Satu contoh mutasi
    netral ditunjukkan pada tabel 2.1. Pada contoh itu asam amino argini secara kimiawi ekivalen
    dengan asam amino lisin dan sama-sama asam amino dasar.
  7. sehingga keduanya memiliki sifat-sifat yang cukup mirip, dan dengan demikian fungsi protein dapat
    tidak berubah.
  8. Mutasi diam adalah suatu tipe mutasi netral khusus. Pada mutasi ini, terjadi pergantian suatu
    pasangan basa pada gen yang menimbulkan perubahan kode genetika, tetapi tidak mengakibatkan
    perubahan asam amino yang dikode.

Insersi dan delesi

Insersi merupakan penyisipan atau penambahan satu atau lebih nukleotida ke di dalam rantai
polinukleotida. Delesi adalah pengurangan satu atau lebih pasangan nukleotida terhadap sebuah
gen sementara replikasi Dna.

Konsekunsi Mutasi Gen

Mutasi titik (Point mutation) merupakan mutasi yang melibatkan penggantian satu pasang basa
(Substitusi basa), di mana satu basa terhadap satu sekuens DNA diganti bersama basa yang
berbeda. Bila DNA direplikasi maka hasilnya adalah substitusi pasangan basa.

Mutasi ini bisa sebabkan sebagian hal tergantung berasal dari letak mutasinya terhadap gen.bila
penggantian basa terjadi di di dalam gen yang mengkode protein, maka mrna yang ditranskripsi
berasal dari gen akan membawa basa yang tidak benar.

Bila mrna itu ditranslasi jadi protein, maka kesalahan basa itu mampu sebabkan bukan terjadinya
pembentukan protein, atau terbentuknya protein abnormal, atau terbentuknya kodon nonsense
(Kodon Stop) yang menghentikan sintesis lengkap protein fungsional, dikenal sebagai nonsense
mutation.

Mutasi pasangan basa bisa juga membawa dampak perubahan terhadap DNA yang disebut
bersama dengan frameshift mutation. Mutasi ini berupa delesi (Mutilasi) atau insersi (Penyisipan)
satu atau lebih dari satu pasang nukleotida terhadap DNA dan mengakibatkan terjadinya
pergeseran pembacaan kerangka sandi (Reading frameshift), supaya akan membuat perubahan
asam amino. Contoh kasusframeshift mutation adalah penyakit Huntungton (Huntungton disease),
sebuah penyakit saraf yang disebabkan oleh adanya penyisipan basa tambahan terhadap Dna.

Selain merugikan beberapa mutasi dapat berguna bagi manusia, diantaranya :

  1. Mutasi pada mikroorganisme dapat meningkatkan hasil antibiotika, misalnya mutan Penicillium
    penghasil antibiotik penisilin.
  2. Meningkatkan hasil panen produksi pangan dengan membuat hasil panen poliploid dengan mutasi
    induksi.
  3. Mutasi melalui radiasi menggunakan radioisotop dapat digunakan untuk memeriksa proses biologi,
    misalnya transfer elektron pada fotosintesis.

Akhir Kata

Semoga pembahasan diatas bisa membantu kalian semua yang sudah membacanya. Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk tetap konsisten mengunjungi website ini dan jangan lupa bagikan website ini kepada semua teman kalian dan ikuti terus idhealt.com agar tidak ketinggalan info terbaru lainnya.

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.