web hit counter Panduan Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini dan Manfaat Puasa Untuk Anak - idhealt.com

Panduan Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini dan Manfaat Puasa Untuk Anak

idhealt.com – Berpuasa jadi sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh tiap tiap muslim pada bulan Ramadan.

Oleh karena itu, ada baiknya orangtua menyadari cara mengajarkan anak puasa semenjak dini. Harapannya supaya anak terbiasa menjalankan kewajibannya sebagai muslim di sesudah itu hari.

Tak sekedar itu, ternyata puasa juga punya sejumlah kegunaan lain untuk anak, lho! Supaya anak bisa mendapat faedah itu, Kamu bisa terapkan cara mengajarkan anak puasa di bawah ini.

Fakta Terkait Puasa Pada Anak-Anak

Puasa mempunyai arti mencegah diri, termasuk menghambat diri berasal dari makan dan/atau minum untuk jangka waktu tertentu, atau berpantang mengkonsumsi makanan maupun minuman tertentu.

Didalam keputusan lebih dari satu agama, anak-anak umumnya termasuk didalam golongan yang tidak diwajibkan untuk puasa, serupa seperti ibu hamil dan orang yang bepergian jauh.

Pasalnya, anak-anak diakui mempunyai risiko saat gara-gara tubuhnya masih di dalam masa pertumbuhan dan juga platform metabolisme yang berbeda berasal dari orang dewasa.

Anak membutuhkan asupan cairan dan kekuatan yang lebih banyak untuk bisa berkembang secara sehat, terutama pertumbuhan otak anak.

Saat tidak mendapat asupan yang memadai, anak-anak rentan rewel dan mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti kelemahan, kelelahan, dan hipoglikemia. Anak-Anak juga dapat mengalami penurunan konsentrasi dikarenakan kelaparan.

Maka itu, melansir berasal dari Baylor College of Medicine, orangtua perlu melaksanakan pertimbangan perihal situasi masing-masing anak sebelum memutuskan untuk mengajarkan anak berpuasa. Hal ini termasuk suasana kesehatan secara total, taraf kesibukan, dan ketahanan diri pada rasa lapar.

Adakah Manfaat Puasa Untuk Anak?

Tidak cuman sebagai cara melatih anak untuk puasa mengenai praktik agama atau budaya, mengajarkan anak puasa semenjak dini dapat punyai banyak faedah lain.

Manfaat puasa untuk anak itu berkaitan pertumbuhan pribadinya, misalnya membantu melatih kedisiplinan, pengorbanan diri, dan keterikatan sosial.

Dengan disiplin untuk tidak makan atau minum selama waktu tertentu, anak-anak akan belajar untuk jadi diri yang disiplin di dalam mematuhi ketetapan yang sudah ditentukan.

Hal ini dapat membentuk pembawaan anak sehingga jadi seorang yang bertanggung jawab, terutama pada dirinya sendiri.

Lihat Juga : Cara Mengecilkan Perut Buncit Setelah Melahirkan

Saat berpuasa, anak-anak juga akan belajar arti pengorbanan dengan mencegah diri berasal dari jalankan sesuatu yang mereka idamkan, didalam hal ini yaitu makan dan minum.

Tidak cuman itu, anak-anak juga dapat merasa lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya, terutama keluarga dan kerabat, sebab dapat lakukan sesuatu dengan-mirip.

Di dalam hal kesehatan tubuh, puasa dapat membantu anak yang mempunyai berat badan berlebih untuk turunkan berat badan.

Penelitian di dalam New England Journal of Medicine juga menunjukan bahwa puasa punya fungsi seperti berikut:

  • meningkatkan metabolisme,
  • menurunkan kadar gula darah,
  • meredakan peradangan,
  • meningkatkan fungsi otak, serta
  • membantu membuang racun dan sel yang rusak dari dalam tubuh.

Tapi, hal itu tentunya juga perlu didukung dengan pola makan yang sehat selama berpuasa.

Cara Mengajarkan Anak Puasa Sejak Dini

Supaya bisa membantu anak mendapatkan faedah berasal dari berpuasa, peran orangtua sangat penting didalam mengajarkan anak puasa semenjak dini.

Meski belum diwajibkan untuk puasa, tidak ada salahnya bagi orangtua untuk mengajarkan si kecil berpuasa.

Dilansir berasal dari Journal of the Pakistan Medical Association, National Health Service UK tunjukkan bahwa puasa tidak berbahaya untuk anak-anak.

Hal ini tentunya sehabis mempertimbangkan suasana anak terlebih dahulu dan dengan cara yang tepat di dalam mengajarkan anak puasa. Agar lebih mudah, berikut ini lebih dari satu tips dan cara mengajarkan anak puasa.

1. Ajarkan anak puasa pada usia yang tepat

Penting bagi orangtua untuk jelas kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak puasa.
Orangtua harus mempertimbangkan apakah buah hatinya udah dapat untuk berpuasa sebelum mulai mengajarkannya.

Para orangtua disarankan untuk mengajak anak berpuasa bersama dengan menjelang masa pubertas atau setidaknya di atas usia 8 tahun.

Lihat Juga : Asuransi Kematian di Indonesia

Sebagian peneliti menyarankan untuk mengajarkan anak puasa pada usia 10 tahun. Anak dibawah usia 8 tahun diakui masih terlampau dini untuk berpuasa.

Tetapi, usia anak untuk mulai belajar puasa juga bisa lebih cepat tergantung kesiapan orangtua dan si kecil.

2. Lakukan secara bertahap

Untuk melatih anak supaya terbiasa berpuasa, sebaiknya ditunaikan secara bertahap. Sebagai tahap awal ta’aruf anak dengan puasa, mulai ajari anak untuk puasa selama setengah hari atau berasal dari pagi sampai waktu makan siang.

Setelahnya, orangtua dapat mencoba tingkatkan waktu puasa secara perlahan sampai anak dirasa sanggup untuk puasa hingga sore hari.

Pada tahap ini, sebaiknya jangan terlampau memaksa anak untuk puasa sampai waktu yang ditentukan.

Hal ini dikarenakan dikhawatirkan malah akan membawa dampak anak sakit atau lebih-lebih jadi tidak bahagia berpuasa sampai dapat mendorong anak untuk berbohong.

3. Hargai usaha anak untuk berpuasa

Bukan semata-mata bagi orang dewasa, puasa juga bukan hal yang mudah bagi anak-anak.
Oleh dikarenakan itu, menghargai bisnis anak saat berpuasa diharapkan dapat tingkatkan semangat anak untuk konsisten belajar puasa.

Ada banyak cara yang dapat orangtua laksanakan. Orangtua dapat memberi penghargaan pada anak sesudah puasa dengan memujinya di depan anggota keluarga lain.

Lihat Juga : Susah Tidur? Inilah 5 Cara Tidur Nyenyak yang Wajib Dicoba

Dengan begitu, anak dapat merasa bangga pada dirinya sendiri. Tak hanya itu, orangtua juga dapat menjanjikan hadiah kepada anak jika berhasil melaksanakan puasa.

Hadiah itu dapat berupa barang yang mereka menghendaki atau makanan yang mereka senang sebagai menu untuk mengakhiri puasa.

4. Lakukan aktivitas menyenangkan bersama anak selama puasa

Kesibukan yang menggembirakan dan anak sukai dapat membawa dampak anak lupa akan rasa lapar yang kemungkinan timbul.

Ambil contoh, orangtua bisa mengajak anak bermain sebuah permainan yang gampang dan tidak melelahkan maupun memirsa film yang mereka puas.

Jika anak merasa lelah, orangtua dapat menyarankan anak untuk tidur siang sejenak supaya rasa laparnya tidak amat terasa.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.