web hit counter Komponen Utama Model Pembelajaran Kontekstual - idhealt.com

Komponen Utama Model Pembelajaran Kontekstual

idhealt.com – Hallo sebat semua selamat datang kembali, nah pada kesempatan kali ini idhealt akan memberitahukan Tujuh Komponen Pendekatan Kontektual/CTL
(Contextual Teaching and Learning)

1. Konstruktivisme

Konstruktivisme merupakan landasan berfikir pendekatan CTL. Didalam konstruktivisme ilmu siswa dibangun secara bertahap dan hasil yang diperoleh lewat konteks yang terbatas.

Ilmu yang diperoleh tidak semata-mata seperangkat fakta, konsep, atau kaidah yang siap diambil dan diingat belaka, melainkan siswa harus mengkonstruksi sendiri ilmu itu barulah lantas memberi makna lewat pengalaman yang konkret.

Dengan dasar itu pembelajaran harus dikemas jadi proses ”Mengkonstruksi” bukan ”Terima” ilmu. Didalam proses pembelajaran siswa membangun sendiri ilmu mereka lewat keterlibatan aktif selama di dalam prooses pembelajaran, supaya siswa jadi pusat aktivitas.

Baca Juga : istilah leaders are built not born merupakan konsep dari teori

2. Inquiry (menemukan sendiri)

Inquiry merupakan bagian terpenting didalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh siswa diperoleh dengan cara menemukan sendiri.

Oleh karena itu proses pembelajaran yang dirancang guru harus berbentuk aktivitas yang merujuk pada aktivitas menemukan. Langkah-Langkah pembelajarannya dimulai dengan merumuskan persoalan, mengamati, menganalisis, dan mengkomunikasikan.

3. Questioning (bertanya)

Questioning merupakan taktik yang primer didalam pendekatan kontekstual. Bertanya di dalam pembelajaran dipandang sebagai aktivitas guru yntuk mendorong, membeimbing dan menilai kemampuan berfikir siswa.

4. Learning community (masyarakat belajar)

Learning community merupakan salah satu teknik didalam pendekatan kontekstual. Dengan tekhnik ini pembelajaran diperolah berasal dari kerjasama dengan orang lain. Hasil studi diperoleh lewat shering Antar teman, antar kelompok dan antara yang mengerti ke yang belum memahami.

Kesibukan ini akan berjalan bila tidak ada pihak yang dominan didalam komunikasi, tidak ada pihak yang merasa segan untuk bertanya dan tidak ada pihak yang menganggap dirinya yang paling mengetahui. Tiap tiap pihak harus merasa bahwa tiap-tiap orang lain mempunyai ilmu, pengalaman atau keterampilan yang berbeda yang harus dipelajari.

Baca Juga : Strategi Pembelajaran: Apa Itu, Jenis dan Metodenya!

5. Modeling (pemodelan)

Maksud dari pemodelan adalah pembelajaran dikerjakan dengan menampilkan style yang bisa dilahat, dirasa dan lebih-lebih bisa ditiru oleh siswa. Didalam praktiknya guru bukan merupakan satu-satunya type.

Sebab jenis yang disampaikan akan jadi baku kompetensi yang akan dicapai, maka jika guru tidak bisa jadi jenis jangan sekali-kali memaksakan diri. Guru dapat mendatangkan tipe berasal dari luar. Tipe itu bisa berasal dari siswa yang diakui sanggup, atau para ahli ke didalam kelas.

6. Reflection ( refleksi)

Reflection adalah cara berfikir berkenaan apa-apa yang telah kami jalankan di masa lalu. Refleksi merupakan respon pada kejadian , kesibukan, atau ilmu yang baru diterima.

Tujuan berasal dari kesibukan refleksi ini adalah untuk memirsa udah sejauh mana ilmu yang dibangun sebelumnya dapat mengendap di benak siswa.

Oleh dikarenakan tersebut aktivitas refleksi ini harus selalu dijalankan sebelum guru mengakhiri proses pembelajaran untuk tiap-tiap kali pertemuannya.

7. Authentic Assessment (penilan yang sebenarnya)

Assessment adalah proses pengumpulan beragam data yang bisa mengimbuhkan citra pertumbuhan studi siswa.

Aktivitas ini wajib dijalankan guru untuk menyadari dan memastikan bahwa siswa udah mengalami proses pembelajaran dengan sahih.

Dan apabila berasal dari hasil assessment ini diketahui siswa mengalami kesuliatan di dalam menguasai kompetensi, maka guru harus langsung mengambil tindakan yang tepat sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang udah ditetapkan.

Apa Pengaruh Model Active Learning Terhadap Hasil Belajar

Penutup

Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk selalu membagikan web site ini kepada teman kalian semua dan selalu tetap konsisten  mengunjungi idhealt.com.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *