web hit counter Ini Pernyataan Viral Edy Mulyadi soal Kalimantan dan Ibu Kota Baru yang Berbuntut Laporan Polisi - idhealt.com

Ini Pernyataan Viral Edy Mulyadi soal Kalimantan dan Ibu Kota Baru yang Berbuntut Laporan Polisi

idhealt.com Pernyataan eks kader PKS Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan Timur tentang Ibu Kota Negara Baru dikecam oleh sejumlah elemen mahasiswa dan forum swadaya rakyat dan berbuntut laporan ke polisi.

Dilansir berasal dari Tribunnews, Edy Mulyadi mengatakan bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai area jin membuang anak.

“Bisa paham enggak, ini ada suatu daerah elite memiliki sendiri yang harganya mahal,” ujar Edy Mulyadi berasal dari video viral itu.

Lebih-lebih Edy Mulyadi menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo.
“Pasarnya siapa?” ucap dia.

“Terkecuali pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun di sana,” ujarnya.
Untuk menguatkan pendapatnya, Edy Mulyadi menanyakan lokasi area tinggal di mana rekan yang ada di sebelahnya berada.

“Enggak ada, nih sampean tinggal di mana om?” ungkapnya.
“Mana mau tinggal di Gunungsari pindah ke Kalimantan Panajam sana untuk beli rumah di sana,” katanya.

Menanggapi pernytaan Edy Mulyadi itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) Universitas Mulawarman meminta pihak rakyat di Kalimantan Timur tak terprovokasi.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi jadi problematika bicara tentang ke-bhinneka-an yang ada di Indonesia,” ujar Presiden BEM Universitas Mulawarman Ikzan Nopardi, Minggu (23/1/2022) didalam program kompas Petang.

Pihak BEM menuntut Edy Mulyadi untuk meminta maaf secara terbuka kepada rakyat Kalimantan Timur.

Ikzan melanjutkan kepada pihak yang berwenang untuk lakukan langkah tegas di dalam merespons kasus dugaan pencemaran sebutan yang berujung kepada intoleransi.

Kala kecaman juga berkunjung berasal dari Komplotan Suku Orisinil Kalimantan (Pusaka).

Ketua Umum Pusaka Surfani Sulaiman mengingatkan supaya Edy Mulyadi langsung menarik pernyataannya.

“Saudara Edy Mulyadi saya minta dan menyomasi atas julukan warga Kalimantan Timur, 1×24 jam untuk saudara mencabut pernyataannya,” uar Surfani kepada kompas Tv, Minggu.

“Saudara bahwa warga Kalimantan Timur adalah area untuk membuang jin, lantas warga Kalimantan Timur tidak siap dengan Ibu Kota Negara. Pernyataan ini mempunyai kandungan Sara, rekaan, dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Jika Edy tidak langsung lakukan pencabutan pernyataan itu, Surfani mengatakan, pihaknya akan melaporkan ke Mabes Polri dan Polda Kalimantan Timur.

 

Penutup

Semoga info diatas bisa membantu dan bermanfaat bagi kalian semua yang sudah membacanya. Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Dan jangan lupa untuk tetap konsisten mengunjungi website ini dan jangan lupa bagikan website ini kepada kerabat, sobat, teman kalian dan ikuti terus idhealt.com supaya tidak ketinggalan info terbaru lainnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.