Cara Mudah Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif Atau Tidak? Melalui Aplikasi BPJSTKU

BPJS Adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum publick yang dibentuk oleh pemerintah  untuk menyelenggarakan program sosial. Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kesehatan nasional bagi semua rakyat Indonesia dan kepada pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai kelas di Indonesia.

Terutama kepada kalangan instansi pemerintah seperti : penerimaan dana pensiun, TNI/POLRI, PNS, seluruh keluarga mantan perintis kemerdekaan dan badan usaha lainya termasuk rakyat biasa. Kalau kamu baru saja mengerti tentang BPJS dan ingin mendaftar menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan yang sah sesuai hukum, berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kamu ketahui untuk cek BPJS ketenagakerjaan kamu aktif atau tidak.

Berikut cara daftar BPJSTKU

  1. Kamu harus install aplikasi BPJSTKU terlebih dahulu, untuk pengguna perangkat Android bisa mencari di Play Store dan jika kamu pengguna iOS kamu bisa mencarinya di Apps Store
  2. Syarat untuk mendaftar aplikasi BPJSTKU Mobile seperti : Nomor KPJ (ada di kartu BPJS Ketenegakerjaan milik kamu) NIK e-KTP, tanggal lahir dan nama
  3. Isi data diri kamu seusuai panduan register di aplikasi BPJSTKU
  4. Klik menu pendaftaran pengguna baru BPJSTKU dan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN untuk konfirmasi aplikasi
  5. Pilih jenis kepersertaan ketenagakerjaan, seperti nominal Penerimaan Upah (UP)
  6. Setelah anda sudah terdaftar dan login kembali akun yang baru saja kamu buat
  7. Setelah itu kamu pilih menu di Kartu Digital
  8. Setelah ke menu tampilan kartu digital BPJS Ketenagakerjaan, lalu klik tampilan bagian bawah akan terlihat status kepesertaan milik kamu BPJSTKU aktif/tidak aktif  
headway 5QgIuuBxKwM unsplash
Sumber : unsplash.com

Hal-Hal Penting Tentang Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan pada PP Nomor. 60 Tahun 2015, syarat pencairan BPJS sebagai berikut.

Pencairan JHT BPJSTK 10% serta 30% buat partisipan yang masih bekerja. Syaratnya umur kepesertaan telah mencapai 10 tahun. Pencairan dapat salah satu, 10% ataupun 30% saja. Pencairan 10% buat dana persiapan pensiun, 30% bisa untuk membayar angsuran perumahan.

Pencairan selanjutnya dapat 100%, tetapi cuma bisa digunakan ketika kamu keluar dari pekerjaan. Saldo dapat langsung dicairkan satu bulan semenjak tidak bekerja.

Ketentuan Pencairan sebesar 10%

  • Telah terdaftar sebagai partisipan BPJS ketenagakerjaan minimun 10 tahun
  • Masih aktif bekerja di perusahaan
  • Mempersiapkan dokumen asli serta fotokopi dari kartu BPJS TK, kartu bukti diri, KK, serta rekening tabungan pribadi anda
  • Buat klaim lebih dari 50 juta rupiah, butuh mempersiapkan NPWP
  • Pesan tertulis jelas masih aktif bekerja

Ketentuan Pencairan sebesar 30%

  • Telah terdaftar sebagai partisipan BPJS ketenagakerjaan minimun 10 tahun
  • Masih aktif bekerja di perusahaan
  • Mempersiapkan dokumen asli serta fotokopi dari kartu BPJS TK, kartu bukti diri anda, KK, rekening tabungan pribadi anda, serta dokumen perumahan
  • Buat klaim lebih dari 50 juta rupiah, peserta harus menyiapkan NPWP
  • Masih aktif bekerja di perusahaan

Ketentuan Pencairan sebesar 100%

  • Dokumen asli serta fotokopi dari Kartu BPJS Ketenagakerjaan, kartu bukti diri anda, KK, serta rekening tabungan pribadi
  • bukti telah berhenti bekerja/ Paklaring di prusahaan tempat anda bekerja
  • Foto diri anda 3×4 serta 4×6, sebanyak 4 rangkap
  • Bila anda mengundurkan diri, siapkan bukti pengunduran diri dari tempat anda berhenti bekerja ke dinas tenaga kerja serta transmigrasi
  • Jika pemberhentian kerja sebab PHK, anda perlu bukti akta penetapan PHK dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)
  • Untuk klaim lebih dari 50 juta rupiah, siapkan NPWP asli serta fotokopi milik anda
  • Email dari HRD Industri tempatmu terakhir bekerja, jika memanglah diperlukan untuk bukti yang kuat
mufid majnun BKoWuU27L5w unsplash
Sumber : unsplash.com

Apa keuntungan menggunakan BPJS Ketenagakerjaan

Yang telah disebutkan diatas, terdapat 4 program yang disediakan oleh BPJS. Pekerja dapat mendaftar ke program tersebut yang cocok dengan kebutuhannya dengan anda. Keuntungan dari keempat program tersebut merupakan sebagai berikut.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program ini bertujuan untuk menjamin pekerja yang sudah terdaftar buat mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, pekerja tersebut pula hendak mendapatkan santunan uang tunai, bila mengidap penyakit akibat kerja ataupun menghadapi musibah kerja. Iuran JKK ditanggung seluruhnya oleh industri perusahaan tempat anda bekerja.

Jaminan Hari Tua (JHT)

Program ini bertujuan buat menjamin pekerja buat menerima duit tunai, jika merambah umur pensiun, hadapi cacat total, ataupun wafat dunia. Nantinya pekerja menerima hasil pengembangan serta iuran yang dibayarkan sepanjang jadi partisipan.

Jaminan Pensiun (JP)

Program ini bertujuan mempertahankan kelayakan hidup partisipan dikala kehabisan pemasukan uan karena pensiun ataupun cacat total senantiasa. Jaminan pensiun ini dibayarkan tiap bulan optimal hingga 180 bulan semenjak partisipan pensiun. Jika partisipan wafat dunia, uang iuran dapat diturunkan ke anak anda.

Jaminan Kematian (JKM)

Dengan jaminan ini, partisipan diberikan dorongan dana bila partisipan menghadapi kematian yang tidak diakibatkan dalam musibah kerja. Santunan diberikan langsung ke ahli waris partisipan.

Tidak hanya itu, BPJS pula membagikan keunutungan yang lain, semacam membagikan sarana Kredit Pemilikan Rumah (KPR), beasiswa belajaran buat anak partisipan yang tidak sanggup, pelatihan metode merendahkan resiko musibah kerja, jasa konsultasi buat merancang pekerjaan konstruksi, serta program pinjaman bayaran renovasi rumah dengan bunga rendah.

Begitulah manfaat ikut kesertaan dengan BPJS Ketenagakerjaan perihal yang anda butuhkan semoga bermafaat.

Reply